Take Me Out [Prolog]

TMO

AUTHOR: rywei19

TITTLE : Take Me Out [Prolog]

GENRE: AU, Romance, Little bit comedy

LENGTH: Chapterd

RATED: PG-17

MAIN CAST: Henry Lau, Nam Mira, Park Jungsoo

DISCLAIMER : This fanfict is mine, The casts in this fict are  God’s so don’t be a plagiarism!  Don’t  Copy and Paste My Fanfict  without  permission!

Juga publish di sini 

***

Henry Pov

“APA??” Suaraku membahana membelah angkasa tatkala telinga ini menangkap sepenggal kalimat asing yang terlontar tenang dari mulut seorang pria berusia awal 30an, pemilik raut wajah bagai malaikat—menurutnya pribadi, Park Jungsoo. Ia duduk sambil menyesap santai coffee late bertoping serbuk bluberry tepat di seberang kursi dudukku.

“Pelankan suaramu, memalukan saja teriak-teriak seperti itu. Lihat, mata ibu-ibu genit di pojok jendela sana terus menelanjangi kita,” ujar Jungsoo Hyung berbisik sok mesra. Apa peduliku? Mau ahjumma-ahjumma atau mungkin halmoni-halmoni itu memelototi, mungupas, bahkan bila sanggup menguliti kami itu sama sekali bukan urusanku toh itu hanya perumpamaan.

“Whatever about they do! Kau.. apa maksudmu dengan Take Me Out?” ujarku tak mengacuhkan peringatannya dan tetap berkoar-koar membara akan tindakannya.

“Apa? Kau tidak tahu artinya? Padahal kupikir kau cukup mahir berbahasa asing. Ternyata selama ini cuma trik saja. Pantas aku tak pernah mengerti dengan bahasa Inggrismu, hanya asal bicara tanpa tahu artinya toh.”

“H.Y.U.N.G…,” aku menggeram menahan urat-urat leherku yang hendak mencuat akibat perilaku so idiot lawan bicaraku ini. Hei.. Jungsoo Hyung lulusan Harvard, mustahil bukan ia tak mampu menangkap maksud pembicaraanku?

“Apa?” ia merespon enteng seolah tak menyadari munculnya salur-salur emosi yang kian melilit dirinya.

“Berhenti bercanda! Jadi, apa itu Take-Me-Out?” ulangku menyuarakan kalimat tanya serupa.

“Ahh.. kau tidak percaya kalau aku bodoh rupannya. Baiklah, biar kujelaskan sedikit, itu ajang pencarian jodoh sejenis kotak jodoh.” Apa katanya? Jodoh?

“Begini, sepertinya publik sedang begitu menggemari acara-acara romantik macam itu. Mulai dari We got married yang sedang on fire, rasa-rasanya tidak ada salahnya ‘kan kalau PJS Entertainment ikut berpartisipasi mengudarakan acara perjodohan?” lanjut Jungsoo Hyung lancar seolah tak memedulikan raut mengintimidasi yang tercetak pada permukaan wajahku.

PJS Entertainment, aku masih ingat kalau 4 tahun lalu Park Jungsoo secara resmi mengambil alih perusahaan hiburan tersebut dari tangan Tuan Park—ayahnya yang memutuskan pensiun dini. Dan saat itu pulalah dengan sekonyong-konyongnya sepupu jauhku yang paling menyebalkan itu mengganti nama legenda keluarga dari Marvelous Entertainment menjadi PJS Entertainment. Saat kutanya mengapa? Ia hanya menjelaskan bahwa singkatan perusahaannya bisa membuatnya pervert ever, ME (Married Early). Tentu, kurasa otaknya saja yang perlu di betulkan sampai berkesimpulan macam itu.

Lalu kini, setelah mendulang segunung kesuksesan dengan mengorbitkan puluhan Boy/Girl Group, Soloist, Band, Aktor/Aktris, juga drama-drama luar biasa dari chanel eksklusifnya, PJS Chanel. Ia berniat untuk apa? Jadi ‘Makcomblang’? Pria ini…

“Terus? Kenapa mengajakku bertemu? Ingin menggandeng perusahaan berlianku untuk menyeponsori artis-artismu? Atau berharap HL Cosmetic bersedia meyulap wajah orang-orangmu?” aku menyuarakan tebakanku. Tentu untuk mewujudkan acara macam ini butuh modal luar biasa apalagi bila konsep acuannya adalah branded. Berkoalisi bersama pengusaha muda macam diriku yang tambang emasnya menyebar di mana-mana juga memiliki produk ajaib bertajuk HL Cosmetic yang di gandrungi kaum hawa tidaklah akan merugi. Jungsoo Hyung tahu betul kesempatan terebut.

“Kau ingat ANGELS?” ujarnya justru balik bertanya tanpa mau repot-repot menanggapi tuduhanku di awal.

“Emm.. berisi 4 wanita sexy, cute, dan aku tahu Lee Eunmi. Dia beberapa kali menjadi icon untuk produk pemulas bibir HL Cosmetic. Ia cukup popular,” dan entah aku mendapatkan kursus dari mana hingga berani bicara blak-blakan macam itu. Sexy, cute, Lee Eunmi bahkan memiliki kaki yang jenjang, body bak gitar spanyol dan rambut yang halus. Astaga… yang barusan itu, pikiranku?

“Benar…benar, sulit sekali untuk tidak memuji anak asuhku yang sedang naik daun itu,” Jungsoo Hyung manggut-manggut bak juri-juri Korean chef yang sedang menilai asin-tidaknya menu para kontestan. Menyebalkan! Sedangkan diriku sibuk menggamit-gamit bibir resah karena terlalu tak percaya dengan semua hal yang sudah kulontarkan di awal.

“Dan rencananya aku akan mengikutsertakan beberapa anak buahku, Lee Eunmi, Jessi Han, Go JungAh, Shin Jiwoon, kurasa mereka telah cukup dewasa untuk membintangi acara terbaruku ini,” ujar Jungsoo Hyung beropini. Pastilah akan menarik pasalnya wanita-wanita itu merupakan wanita dengan daftar pencarian paling utama di situs internet. Setahuku, mereka luar biasa, apalagi Go JungAh dance sexynya kerap kali membuat kaum adam tak sadarkan diri. Ahh.. tapi Jessi Han juga tak kalah innocent dengan wajah campurannya. Tapi Shin Jiwoon, suaranya juga halus pasti sangat menggoda. Ahh.. jelaslah di sini primadonanya itu Lee Eunmi, siapa wanita yang mampu menembus kecantikan Aphroditenya itu?

Ckkk… acara ini, patut di perhitungkan.

“Aku tahu usiamu sudah 24 tahun namun tak perlu juga berkhayal yang tidak-tidak tentang anak buahku. Aku tak sudi mereka menjadi model alam bawah sadarmu secara gratisan,” Seharusnya aku tak melupakan fakta bahwa saat ini aku sedang menghabiskan waktu makan siang bersama pria paling churiosity sejagad Korea. Sedikit-sedikit ia pasti mengomel, mencemooh, atau menghardik.

“Siapa juga yang berimajinasi? Aku itu sedang sibuk memikirkan berapa truk yang akan kubeli untuk mengangkut uang-uangku yang sudah over limit itu ke bank,” kilahku menyombong.

“Haihh.. membosankan. Jadi, Henry~ah, langsung saja aku butuh bantuanmu,” Bicara seperti ini saja ia harus berputar-putar. Apa susahnya, tinggal memohon malah melanturkan otakku kemana-mana.

“Berapa kali kau akan menayangkan produk HL Cosmetic di PJS Chanel? Kalau kau memberiku space lebih banyak guna mempromosikan HL dan sebulan kedepan keuntunganku dapat melonjak 35%, kurasa tak masalah,” ujarku mencoba bernego.

“Aku tidak ingin memintamu menjadi donatur acara, maksudku bukan ikut campur dalam masalah finansial yang mampu dengan mudah kuatasi,” ucap Jungsoo Hyung membuatku terperangah. Lalu tujuannya?

“Lantas?” tuntutku meminta kepastian.

“Jadilah salah seorang guest star. Aku mau kau menjadi pesertanya juga, mencari jodoh di acara ini, Take Me Out.”

“WHAT THE…??”

***

[WJ, 20th Octo 2013]

 

Iklan

One thought on “Take Me Out [Prolog]

  1. Annyeong!!! Aku pengunjung baru di blog author ini. Setelah baca ff author yang di publish di sjff jadi tertarik buat berkunjung di blog author. Soalnya seru dan menarik ceritanya.
    Dan ternyata benar. Baru baca prolognya aja udah menarik. Apalagi ada si magnae SujuM dan juga leader tercinta.
    Jadi penasaran pengen baca part 1 nya.

    Oh ya ampek lupa. Minta ijin nya ya buat baca ff author yang lain. Kekekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s