image

Ficlet jadul yang sayang untuk dibuang. Enjoyed reading, guys.

Awan putih tergambar jelas tanpa henti menggantung di angkasa, kehadirannya di sepanjang hari ini tiada ragu menutupi singgah sana sang surya yang nampaknya  terpaksa harus melengserkan jabatan adikuasanya guna menyentak alam ini dengan derajat-derajat melelehkan kepunyaannya. Pasalnya gumpalan-gumpalan bersih penuh motif sebagai penggantinya terasa kian betah menurunkan beban berat dalam naungan pundaknya.

                  Dari balik tembok kaca sebuah café di jantung kota Seoul, seorang gadis bermantel coklat masih larut dalam pemandangan hasil pembiasan matanya,memandang setitik demi setitik buliran hujan mengalir membasahi kaca transparan tempatnya berkelana, memanjakan khayalan. Tidak ada ruang kosong di dalam benaknya ,seluruh penjuru otaknya kini benar-benar terasa penuh, bukan dengan masalah melainkan tersesaki  oleh bayangan-bayangan  Hot Chocolate  yang nikmat. Rongga tenggorokannya bahkan sudah tak sabar untuk menikmati cairan beraroma khas itu menyiram kerongkongannya yang sedang menggigil dingin kini.

                      Sesekali kedua sorot bola matanya melirik arah-arah lain ruangan tempatnya bernaung sekarang. Suasananya tidak begitu ramai namun keadaan sekitarnya juga tak dapat dikatakan sunyi. Mungkin ada sekitar  12 orang tengah  sibuk sendiri-sendiri, menekuni aktivitas di tengah hujan ini.

Entah bagaimana namun rasa salut begitu saja terpancarkan dari sorot kedua bola mata coklat milik gadis tersebut  tatkala ada sebuah atmosphere kekompakan yang menyusup masuk dan tergambar jelas di atas permukaan meja kaca berpenghuni itu seluruhnya terisi penuh oleh cangkir-cangkir elok berwarna oranye.

Aroma tak asing sudah sedari tadi mengudara di arena lepas  tempat itu. Wangi kayu manis, mint, teh hijau, bahkan kokoa sungguh menghipnotisnya tanpa ampun. Rasanya sungguh syahdu, lidahnya beberapa kali membasahi wilayah  permukaan bibirnya yang ternyata  tak ingin menunggu terlalu lama lagi.
       
Hampir membeku kedinginan disana ketika mata gadis itu tiba-tiba di sugguhi siluet seorang pria berseragam warna putih bersih dengan lengan panjang yang di gulung hingga siku dan bawahan celana panjang hitam legam tengah  melangkah ke tempatnya. Langkah ala model catwalk itu benar-benar membuat gadis berambut coklat itu terus merutuk di dalam hati, pasalnya Ia sangat….
                 
“It’s yours,“ ucap seorang pria yang kenyataan berkehendak menempatkannya tepat di hadapan gadis tersebut. Senyum mengembang layaknya adonan serabi yang di panggang di atas tungku langsung merekah menghiasi wajah di luar batas sempurna,hasil lukisan sang pencipta di kanvas wajah putihnya.

       “Gomawo,” responnya tulus sembari menyambar secangkir minuman hangat yang sedari tadi membuatnya terus berkeliling mengingat-ingat dalam memori. Satu detik berselang wadah cream itu telah menempel sempurna pada permukaan bibir  tipis sang penikmat. Cairan berwarna coklat bercampur topping dari cream susu tersebut  menelusup mengairi kehausan yang tercipta di dalam tenggorokan sang gadis, Hot Chocolate. Aromanya, rasanya, sisi magis di baliknya hingga pesonanya sungguh-sungguh membuat gadis itu takluk bahkan dengan mudah melupakan pria di depannya.

“Mulai besok sepertinya aku akan mengganti namaku menjadi Cho Chocolate atau mungkin juga  Hot  Kyuhyun, supaya kau mau melihatku seperti kau membagi pandangan  intens pada  Hot Chocolate-mu.” Pria berseragam koki di hadapan gadis itu nampak memprotes prilaku gadisnya yang lebih tertarik kepada coklat dibanding dirinya.

“ Hahaha… kau cemburu? Hah… entahlah  Hot Chocolate terekam begitu menggoda, sulit bagiku untuk tidak meresponnya,” tutur sang gadis, membuat prianya justru memberengut kesal.

“Ya! Jangan marah, aku kan hanya bercanda. Memang aku cinta sekali pada  Hot Chocolate, bahkan aku akan rela-rela saja meski tidak makan satu minggu asalkan aku bisa menikmati secangkir coklat ini. Tapi apa kau tak sadar kalau selama ini aku tidak pernah memasukan coklat lainnya kedalam lambungku, bukankah setiap hari aku selalu datang kemari? Demi Hot Chocolate  yang tentunya teracik dari tanganmu sendiri koki, Kyu.”

“Mianhae,”  ujar sang pria dengan nada sarat akan penyesalan, membuat lawan bicaranya mengernyit bingung.

“Hmmm …?” gumam sang wanita menyuarakan ketidakpahaman yang membanjiri otaknya.

“Karena di sini aku hanya mampu bertindak sebagai  uap dari  Hot Chocolate, kau tahu … tidak berguna. Setiap orang justru merasa terganggu dengan keberadaannya. Kadang aku berfikir  betapa tidak pantasnya aku bersanding denganmu, sang coklat yang menawan dan di gemari banyak element. Tapi aku egois, aku tidak mau pergi karena aku tak mungkin bisa bertahan tanpamu. Saranghae … Jung Hyuna,“ ungkap Cho Kyuhyun, pria yang  berprofesi sebagai seorang koki  sekaligus merupakan kekasih hati dari wanita di depannya, si penggila Hot Chocolate–Jung Hyuna.

“Oppa … nado saranghae. Dan perlu kau ingat aku tidak akan pernah meminum Hot Chocolate tanpa uap karena dengan adanya uaplah aku jatuh cinta padanya. Karena aroma khas uap itulah aku melegalkan diri sebagai salah satu anggota maniak coklat. Dan tanpa uap kurasa, ia tak lebih dari minuman karya  freezer biasa. Aku memang jatuh hati pada Hot Chocolate, tapi aku jelas lebih tak bisa bernafas tanpa pembuatnya. “
   
Hot  Chocolate …. Cinta bisa bersumber dari manapun, sekalipun debu … tidak menutup kemungkinan menjadi pupuk penumbuh cinta.

FIN

Iklan

One thought on “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s